HINDARI FRAUD (KECURANGAN)

Peran audit internal   sebagai pengawas terhadap tindakan kecurangan  dan bertanggung  jawab untuk membantu manajemen mencegah frauddengan melakukan pengujian dan evaluasi  keandalan dan efektivitas dari pengendalian seiring dengan potensi resiko terjadinya kecurangan  dalam berbagai segmen. Dengan adanya peran  audit internal  diharapkan dapat berjalannya penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi.

Fraud di Indonesia lebih populer dengan istilah korupsi,berdasarkan definisi dari The institute of Internal Auditor (“IIA”), yang dimaksud dengan fraudadalah“sekumpulan tindakan yang tidak diizinkan dan melanggar hukum yang ditandai dengan adanya unsur kecurangan yang disengaja” serta merugikan keuangan negara.

TERDAPAT EMPAT  FAKTOR PEMICU / PENDORONG SESEORANG UNTUK MELAKUKAN KECURANGAN , YANG DISEBUT JUGA  DENGAN  TEORI GONE  YAITU : 

  1. Greed (keserakahan)
  2. Opportunity (kesempatan)
  3. Need (kebutuhan)
  4. Exposure (pengungkapan)
  5. Rasionalisasi

Faktor Greed dan Need adalah faktor yang berhubungan dengan individu pelaku kecurangan (disebut juga faktor individual) sedangkan faktor opportunity dan exposure merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan ( disebut juga faktor generic/umum)

  1. Faktor individu
  2. Moral, faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed)
  3. Motivasi, faktor ini berhubungan dengan kebutuhan ( need)

 

  1. Faktor genetik
  2. Kesempatan (opportunity) untuk melakukan kecurangan tergantung kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Kesempatan untuk melakukan kecurangan selalu ada pada setiap kedudukan . Namun ada yang mempunyai kesempatan besardan ada yang kecil. Secara umum manajemen suatu organisasi/perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kecurangan dari pada karyawan.
  3. Pengungkapan ( exposure ) suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan  tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun pelaku yang lain. Oleh karena itu setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap.
  4. Rasionalisasi

Suatu bentuk pemikiran yang menjadikan seseorang melakukan fraudmerasa bahwa sikap curang tersebut dapat diterima. Hal ini dapat terjadi jika tidak adanyapenegakan hukum yang tegas, atau terjadi pembiaran dalam melakukan fraud

 

GEJALA  ADANYA FRAUD (KECURANGAN )

Fraud yang dilakukan manajemen umumnya lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh karyawan. Oleh karena itu perlu diketahui gejala yang menunjukkan adanya kecurangan tersebut adapun gejala tersebut adalah :

  1. Gejala kecurangan pada manajemen
  • Ketidakcocokan diantara manajemen puncak
  • Moral dan motivasi karyawan rendah
  • Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan
  • Perusahaan tidak sehat ,Laba menurun , aset berkurang, dan  utang bertambah
  1. Gejala kecurangan pada karyawan
  • Pengeluaran tanpa dokumen pendukung
  • Pencatatan yang salah
  • Faktur ganda

 

DAMPAK FRAUDTERHADAP PERUSAHAAN

  1. Hilangnya asset organisasi, baik berujud maupun asset tak berujud
  2. Mengurangi daya tahan/kelangsungan hidup organisasi
  3. Hilangnya reputasi dan kredibilitas organisasi

MENCEGAH AGAR TIDAK TERJADI FRAUD

  1. Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum

Pengendalian internal mempunyai pengaruh dalam upaya pencegahan kecurangan pengendalian intern merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan keyakinan yang cukup akan tercapainya tujuan perusahaan

  1. Pelaksanaan Good Corporate Governance(GCG)

Adalah sistem dan struktur untuk mengelola perusahaan dengan meningkatkan nilai pemegang saham serta mengakomodasi berbagai pihak yang berkepentingan  dengan perusahaan

  1. Pengelolaan audit internal serta mengefektifkan fungsi internal audit

Peran internal auditor sangat penting untuk mengawal dan menjamin semua aktivitas perusahaan sudah berjalan sesuai ketentuan. Sejalan dengan perubahan zaman  yang begitu cepat , maka internal audit juga dituntut untuk merubah paradigmanya.

  1. Melakukan mutasi dan rotasi

Potensi fraudyang dilakukan oleh karyawan yang sudah terlalu lama berada dalam satu unit kerja dapat dikatakan relatif tinggi.

  1. Memberikan Reward dan punishment yang Tegas

Jika hal tersebut diatas tidak diterapkan dengan tegas potensi fraud akan terjadi cukup besar. Bila reward tidak secara adil diterapkan  maka akan mendorong karyawan menjadi demotivasi dan akan melakukan sejumlah pembenaran untuk melakukan fraud.  kedua jika punishment tidak diberikan  secara tegas maka akan mendorong pembenaran bagi yang lain untuk melakukan fraud.

 

RENCANA KEDEPAN BAGIAN SATUAN PENGAWAS INTERN (SPI) DALAM PENGENDALIAN FRAUD

Ada beberapa hal yang perlu perbaikan/penyempurnaan yang dihadapi dalam hal pengelolaan audit internal dalam upaya pencegahan Fraud (kecurangan)

  1. Mengingat objek pekerjaan yang ada di setiap , kebun/unit kerja cukup banyak dan waktu audit yang sangat terbatas, dalam penyusunan Program Kerja Pengawas  Tahunan (PKPT) 2019 khusus Bagian Kantor Pusat  diaudit satu kali dalam setahun disesuaikan  dengan potensi
  2. Mengefektifkan pengendalian internal yang terdapat diperusahaan. Dengan adanya pemeriksaan internal yang baik maka akan meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan. Melalui indepedensi yang dimiliki auditor, prilaku jujur, beretika dan tanggung jawab dalam penyelesaian pekerjaan  dalam bidang audit kecurangan.
  3. Kompetensi auditor merupakan hal yang mutlak dan harus ditingkatkan untuk mendapatkan  auditor yang handal dan kapabel sehingga kemampuan analisisnya semakin tajam dan opininya semakin jitu dalam pengungkapan terjadinya kecurangan  yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan. .  Melalui pelatihan dan pengembangan secara berkala dan berkelanjutan , serta melakukan rekrutmen dan assesment khusus untuk personil auditor untuk ditempatkan dibagian SPI
  4. Auditor tidak lagi diarahkan mengaudit sesuai dengan bidangnya masing-masing, tetapi semua auditor harus dapat mengaudit semua bidang hal ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 namun kedepan  akan ditingkatkan pelaksanaannya.
  5. Temuan audit tidak lagi hanya menyajikan penyimpangan dan kesalahan perhitungan atau kelebihan bayar, tetapi lebih diarahkan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan (fraud)
  6. Laporan audit harus menggambarkan kondisi aktual secara menyeluruh dari unit kerja yang diaudit yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penilaian kinerja manajemen unit apabila akan dipromosikan untuk jenjang jabatan atau kelas yang lebih tinggi sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya pelanggaran oleh pejabat promosi.

 

MANFAAT DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

  1. Meningkatnya kinerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan
  2. Meningkatnya reputasi dan kredibilitas perusahaan sehingga mempermudah diperolehnya dana pembiayaan yang lebih murah
  3. Meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan pemerintah  sekaligus akan meningkatkan value dan deviden. Khusus bagi BUMN akan dapat membantu bagi APBN .
  4. Melindungi asset perusahaan terlebih sumber daya termasuk data dan informasi
  5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan
  6. Sistim pengendalian internal semakin efektif

KESIMPULAN

  1. Untuk mencegah terjadinya frauddilingkup bagian,kebun/unit PTPN-I agar setiap kegiatan operasional perusahaan memedomani peraturan  dan ketentuan  yang berlaku diperusahaan   seperti Prosedur Kerja (PK) dan Proses Bisnis (PB)
  2. Mengefektifkan pengendalian internal yang terdapat diperusahaan. Dengan adanya pemeriksaan internal yang baik maka akan meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan sehingga potensi terjadinya fraudsemakin kecil
  3. Agar setiap kegiatan operasional perusahaan dapat melaksanakan sistem pengendalian internal dan pengelolaan risiko serta menerapkan prinsip – prinsip GCG untuk meminimalisir terjadinya fraud
  4. Hindari fraudkarena dapat merugikan diri dan keluarga, sesuai dengan peraturan perusahaan bagi karyawan yang melanggar disiplin kesalahan, kelalaian, kecurangan kerja akan diberikan sanksi hukuman mulai dari teguran sampai dengan pemutusan hubungan kerja apabila karyawan dinyatakan bersalah serta telah mempunyai kekuatan hukum tetap