All posts by humasptpn1

Dulu di Sumatera Pernah Beredar Uang Perkebunan

Dulu di Sumatera Pernah Beredar Uang Perkebunan - Kompasiana.comHari ini kita memeringati Hari Keuangan, yang berawal dari pidato Wakil Presiden Moh. Hatta bahwa pada 30 Oktober 1946, akan beredar mata uang ORI (Oeang Repoeblik Indonesia) sebagai pengganti uang Hindia-Belanda dan uang pendudukan Jepang. Memang agak terlambat karena kita sudah merdeka pada 17 Agustus 1945. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

Negara kita sangat kaya koleksi numismatik. Selain uang reguler berupa uang kertas dan uang logam (koin), di Nusantara pernah beredar uang perkebunan atau uang kebon, yang kadang-kadang disebut token. Token perkebunan banyak dikeluarkan perusahaan-perusahaan perkebunan di Sumatera Timur ketika itu.

Di Museum Bank Mandiri Jakarta, kita dapat menyaksikan salah satu token langka. Bentuknya identik dengan koin. Token tersebut berasal dari perkebunan tembakau dengan nilai 25 Sen. Dikeluarkan oleh Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) Sub Agen Medan pada 1888. Uang itu dibuat untuk mengimbangi peredaran mata uang Inggris dan uang kertas (kasorder) yang juga dicetak dan diedarkan oleh NHM Medan pada saat itu.

Token perkebunan adalah mata uang yang hanya bisa diedarkan dan digunakan di kawasan perkebunan perusahaan tertentu. Artinya berlaku secara lokal. Pada token perkebunan umumnya tercantum nama perusahaan, lokasi perusahaan, tahun keluar token, dan nilai nominal token. Token perkebunan ini berfungsi untuk membayar upah para pekerja perusahaan. Para pekerja dapat membelanjakan uangnya pada pedagang di sekitar wilayah perkebunan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Rupanya para pedagang itu merupakan rekanan perusahaan yang dipilih berdasarkan sistem ‘lelang’.

NHM didirikan oleh Raja Willem I di Belanda pada 1824. Setahun kemudian NHM membuka perwakilan di Batavia dengan nama Factorij Nederlandsche Handel-Maatschappij. Juga sering disebut Factorij atau Kompeni Kecil. NHM berhasil meluaskan ruang operasionalnya ke wilayah Nusantara dan mancanegara. Pada 1960 NHM dinasionalisasi oleh pemerintah RI bersama 18 cabangnya di Indonesia.

Setelah itu, menjelma menjadi Bank Ekspor Impor Indonesia (BEII). Kini gedung NHM menjadi milik Bank Mandiri, yang merupakan merger dari sejumlah bank pemerintah. Salah satu gedung menjadi Museum Bank Mandiri, persis di seberang stasiun kereta api Jakarta-Kota.

Pelopor uang perkebunan mungkin Jacob Nienhuys. Pada 1869 pengusaha Belanda terkemuka ini bersama PW Janssen dan CG Clemen, mendirikan Deli Maatschappij. Pada 1888 mereka membuka kantor NHM di Medan. Di perkebunan mereka mempekerjakan sekitar 3.000 tenaga kuli kontrak, 1.200 orang di antaranya kuli Tionghoa yang umumnya didatangkan dari Singapura dan Penang. Sebagian lainnya pekerja dari Jawa.

Ironisnya untuk mengetahui uang perkebunan ini kita hampir selalu memakai karya Scholten. Sementara ini ia mendata ada sejumlah 51 pembuat mata uang dan 195 jenis mata uang.

Tercatat uang perkebunan memiliki nilai dollar dan sen dengan beragam bentuk. Tulisan yang ada adalah Belanda, Inggris, Cina, dan Jerman. Seperti halnya koin, uang perkebunan juga menjadi artefak yang bermanfaat untuk rekonstruksi sejarah.

Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Aceh Tahun 2021

Selasa 12/01/2021. Dalam rangka sinkronisasi program prioritas pemerintah aceh dan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSLP) di aceh tahun 2021 maka Pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) TJSLP tahun 2021 pada tanggal 11 s/d 12 januari 2021 bertempat di ruang rapat II lantai II Bappeda Aceh. Acara ini dihadiri oleh 16 perusahaan. Diantaranya :
1. PT. PLN UIW Aceh
2. PT. Pegadaian (Persero) Syariah Area Banda Aceh
3. PT. MIFA Bersaudara
4. PT. Pertamina EP Field Rantau Persero Area
5. PT. Agrabudi Jasa Bersama
6. PT. Bara Energi Lestari
7. PT. Pupuk Iskandar Muda
8. PT. Solusi Bangun Indonesia
9. PT. Perkebunan Nusantara I
10. PT. Pertamina Hulu Energi NSB
11. PT. Bank Aceh Syariah
12. PT. Aroma Cipta Anugrahtama
13. PT. Dunia Barusa
14. PT. Zaratex NV
15. PT. Triangle Pase Inc
16. PT. Medco E&P Malaka

(Sumber : Bappedaaceh)

PTPN I Sambut Kunjungan Kerja Komisi IV DPRK Aceh Tamiang

PTPN I menerima kunjungan kerja Ketua DPRK Aceh Tamiang bersama Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang di Unit Pabrik Kelapa Sawit Tanjung Seumantoh, Jum’at (8/1/21).

Kunjungan Kerja wakil rakyat bersama Ketua DPRK Suprianto, ST ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRK Aceh Tamiang Riswanto dari Fraksi Partai Aceh serta rombongan tersebut langsung diterima dari pihak Manajemen PTPN I Alibasa Lubis sebagai Manajer PKS Tanjung Seumantoh, Kasubbag Komunikasi Perusahaan Saifullah, S.E, Rusli Achmad, S.E Staf Humas & Protokoler yang mewakili Direktur PTPN I serta para Karyawan Pimpinan Pabrik Kelapa Sawit PTPN I.

Dalam pertemuan kedua pihak baik dari Komisi IV DPRK Aceh Tamiang maupun pihak dari PTPN I, berlangsung dalam suasana kekeluargaan saling memberi support untuk kesuksesan perusahaan maupun daerah serta masyarakat Aceh Tamiang.
Pihak wakil rakyat dari Komisi IV DPRK Aceh Tamiang dalam pertemuan tersebut mengharapkan peran PTPN I sebagai Perusahaan
plat merah menjadi garda terdepan untuk menjadi Agent pelopor kebangkitan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.

Mereka mengharapkan pihak PTPN I, yang pertama terkait BPJS Tenaga Kerja dan BPJS Kesehatan terhadap karyawan yang bekerja
di PTPN I baik yang di pabrik maupun di kebun harus mengikuti aturan yang telah diberlakukan oleh pemerintah.
Terkait Tenaga Kerja SPSI yang bekerja di pabrik sebagai tenaga muat bongkar TBS (tandan buah segar) yang tidak terikat sebagai
karyawan PTPN I agar pihak manajemen PTPN I bisa mensosialisasi kepada pekerja tesebut untuk menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan.
Selanjutnya agar pihak PTPN I kami berharap juga agar kedepan pada tahun 2021 dapat merawat jalan yang ada di dalam areal HGU
yang selama ini masih dilintasi masyarakat sebagai jalan perkampungan agar kondisi jalan yang saat ini rusak belum diperbaiki oleh
pemerintah diharapkan pihak PTPN I dapat berkontribusi memperbaiki dan merawatnya.
Ketua DPRK maupun seluruh anggota Komisi IV DPRK Aceh Tamiang mengharapkan tentang Perkembangan Kemajuan Ekonomi
Masyarakat Aceh Tamiang agar PTPN I bisa memfasilitasi untuk pembangunan Pabrik Minyak Goreng sehingga CPO yang sudah ada
di PTPN I maupun pabrik kelapa sawit swasta yang berada di Provinsi Aceh tidak perlu lagi mengirim keluar daerah Aceh sehingga
biaya operasional perusahaan bisa hemat sehingga bisa saling menguntungkan baik Perusahaan maupun daerah Aceh Tamiang.
Terakhir dalam pertemuan itu perlu juga disampaikan tentang kedatangan beberapa orang bekas karyawan PTPN I mengadu kepada
kami untuk penyelesaian pembayaran SHT tidak lagi dicicil oleh perusahaan dapat dibayar secara langsung lunas.
Direktur PTPN I yang diwakili oleh Syaifullah,S.E Kasubbag Komunikasi Perusahaan merasa berterimakasih atas kedatangan
anggota DPRK Aceh Tamiang dalam hal ini diwakili oleh Komisi IV PTPN I hari ini merasa sangat istimewa karena didalam
rombongan komisi IV turut juga hadir Bapak Suprianto, S.T selaku Ketua DPRK Aceh Tamiang untuk bersilaturahmi dengan PTPN
I.
Kami dari pihak Perusahaan langkah yang sangat baik dan istimewa ini menjadi hari yang baik buat kita semua semoga yang kita lakukan hari ini bisa memecahkan semua permasalahan demi kemajuan masyarakat Aceh Tamiang.
PTPN I merasa sangat senang dan terbuka menerima masukan maupun kritik untuk menuju kemajuan dan kesehatan buat perusahaan, pada hari ini kami menampung semua masukan dari bapak maupun ibu anggota DPRK Aceh Tamiang, agar silaturrahmi ini dapat berlangsung tanpa t0perbatas, kami sangat mengharapkan dukungan dari bapak maupun ibu untuk mendukung kami agar PTPN I kembali bisa bangkit menuju kejayaan.
Dalam pertemuan itu Syaifullah menjelaskan PTPN I berdiri di Aceh sebagai Perusahaan plat merah maka dengan ini perlu juga kami sampaikan sebagai bahan untuk pemahaman buat semua kalangan bahwa PTPN I sebagai perusahaan BUMN tidak ada suntikan biaya APBN untuk operasional perusahaan plat merah.

Kami mencari dana sendiri baik untuk perbaikan tanaman maupun investasi lainnya apalagi untuk biaya operasional perusahaan
kami dalam keadaan kondisi apapun rugi perusahaan susah ataupun senang tetap selalu punya kewajiban untuk berkontribusi buat
negara, maka dengan ini kami mengharapkan dukungan dan doa dari semua pihak agar PTPN I bangkit dari kondisi keuangan yang
masih kurang baik menuju perusahaan sehat sehingga kehadiran PTPN I semakin bermanfaat buat masyarakat di daerah maupun
tingkat Nasional.

Wakil Wali Kota Langsa dan Perusahaan Perkebunan Bahas Solusi Penanganan Banjir

Wakil Wali Kota Langsa dan Perusahaan Perkebunan Bahas Solusi Penanganan BanjirWakil Wali Kota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid, MM, bersama Direktur PTPN I, Ahmad Gurmar Harahap, perwakilan PT Timbang Langsa, Kamis (7/1/2021) sore menggelar rapat koordinasi mencari solusi persoalan banjir pasca hujan deras berapa hari lalu di daerah ini.

Rapat ini juga dihadiri Kadis PUPR, Muharram, ST, MSi, Asisten 2, Ali Mustafa, SE, Plt Kepala BPBD, Riza Pati, Kepala Bapeda, Darpian, ST, berlangsung di aula Kantor Pusat PTPN I Langsa.

Selain itu juga ikut dalam rapat Mukim Langsa Tunong, Keuchik Gampong PB Seulumak, Lengkong, Karang Anyar, Geudubang Aceh, dan Pondok Kemuneng yang merupakan daerah terkena dampak banjir.

Menurut Wakil Wali Kota Langsa Bapak H. Marzuki Hamid, dalam rapat koordinasi diketahui ada berapa faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir pada tanggal 2-3 Januari 2021 lalu di wilayah Kota Langsa ini.

Diantaranya, curah hujan yang sangat tinggi, air buangan dari pegunungan, perbukitan, dan perkebunan di wilayah pemukiman warga.

Saluran-saluran air yang sudah sumbat karena adanya rumput, sampah, dan bersedimen, sehingga memperlambat air mengalir dari wilayah pemukiman.

Pemukiman warga umumnya  terletak di dataran rendah sehingga air mencari tempat yang terendah.

Hujan terjadi bersamaan dengan pasang air laut sehingga air hujan lambat mengalir ke muara laut.

Kemudian, areal yang dulunya merupakan payau dan lahan basah yang dapat menampung air untuk sementara waktu, tapi sekarang sebagian sudah menjadi bangunan dan tidak menampung air lagi.

Sementara solusi dihasilkan dalam rapat koordinasi ini secara jangka pendek, pertama, melakukan mormalisasi saluran-saluran induk dan saluran di wilayah hilir dan kawasan pemukiman penduduk.

Kedua, membuat bendungan Mercu pada aliran air dari wilayah perkebunan ke wilayah pemukiman warga.

Ketiga, menggali saluran baru di wilayah Gampong Lengkong untuk di alirkan ke DAS Krueng Langsa dan wilayah Gampong Timbang Langsa ke alirkan ke aliran Krueng  Birem.

Keempat, memfungsikan danau buatan  dan kolam pemancingan hutan kota sebagai penampung air sementara apabila terjadi banjir.

Kelima, pemerintah gampong perlu mengadakan gotong-royong membersihkan saluran dari sedimen rumput dan sampah yang membuat sumbat saluran parit.

Wakil Wali Kota menambahkan, dalam kaitan pelaksanaannya akan dilaksanakan secara bersama sama antara Pemko Langsa dan PT Timbang Langsa, PTPN I Langsa, dan pemerintah gampong yang dikoordinir oleh dinas PUPR bersama dengan kepala BPBD Kota Langsa.

Untuk penanganan jangka panjang, sambung Wakil Wali Kota, langkah yang akan dilakukan adalah, pertama, pemperluas, memperdalam dan membeton saluran-saluran induk untuk memperlancar mengalirnya air ke muara laut.

Kedua, membuat pintu-pintu air pada saluran-saluran dari wilayah perkebunan, membuat kanalisasi saluran, dalam kaitan ini akan diupayakan agar dapat diprogramkan pada anggaran APBN dan APBA tahun mendatang.

“Sementara program pembuatan saluran-saluran dari wilayah perkebunan dan membuat kanalisasi saluran, akan diusulkan dan diprogramkan melalui dinas PUPR dan BPBD Kota Langsa,”

 

 

PKS Seumantoh PTPN I Gelar Lomba Hafalan Al Quran Peringati 16 Tahun Tsunami Aceh

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjong Seumantoh PTP N-I Aceh gelar perlombaan hafalan Al- Qur’an ayat- ayat pendek dalam memperingati 16 tahun tragedi Tsunami di sekolah Diniyah Takmilyah Awaliyah Arrusydiyah Kampung Seumantok Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang, Selasa (29/12/2020).

Acara perlombaan yang sangat menarik perhatian dikuti 260 pelajar, mulai kelas satu hingga kelas enam yang berasal, dari berbagai kampung dalam wilayah Kecamatan Karang Baru, dengan tema “BERKAH ANAK QUR’ANI”.

Kegiatan perlombaan mengafal Al- qur’an ayat-ayat pendek sebagai dasar dalam meneladani sifat Rasulullah yang Fathanah, Amanah, Sidiq dan Tabligh (FAST) serta FASTabihul Khairat yang FAST (Cepat). Seiring ini juga, untuk membuming kan, Al- Qur’an melalui ge nerasi hafizh/ hafizah dan mengharapkan, Ridho keberkahan dari Allah.

Pendaftaran dibuka 1 hari untuk anak-anakTPA (tingkat Sekolah Dasar), di dusun sekitar PKS Tanjung Seumantoh saja.Ternyata ani mo dari masyarakat luar biasa, dan hampir seluruh kampung dalam Kecamatan dan Lomba hafalan surat-surat pendek Al Qur’an (Juz 30) dan setingkat TPA, terbagi dua kategori.

Kelompok A dengan hafalan Wajib Surah Al Fatihah dan Surah pilihan, Surah Al Ma’un, Al Fil, Al La-Lahab, At Takats ur dan At Tin. Sedangan kelompok B, hafalan Wajib Surah Al Fatihah dan Surah Pilihan Surah Adhuha, AL Syam sy, Al Qa riah, Al Adiyat dan Al Bayyinah.

Bagi masing-masing kelompok, ada 6 katagori juara. Kepada seluruh  peserta, juga diberikan hadiah hiburan, dengan rincian juara sebagai berikut :

Anak SD kelas 1–3 dengan hadiah sebagai berikut :

Juara I : Tropy + Rp400.000 + Bingkisan dari Direktur.

Juara II : Tropy + Rp300.000 + Bingkisan dari Direktur.

Juara III : Tropy + Rp200.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan I : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan II : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan III : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur

Setingkat SD kelas 4 – 6

Juara I : Tropy + Rp500.000 + Bingkisan dari Direktur.

Juara II : Tropy + Rp350.000 + Bingkisan dari Direktur.

Juara III : Tropy + Rp250.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan I : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan II : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Harapan III : Tropy + Rp100.000 + Bingkisan dari Direktur.

Selain itu juga setiap peserta mendapatkan, hadiah lucky draw berupa botol minuman dan buku tulis.

Manajer Unit, Alibasa Lubis, didampi ngi Asisten Personalia Umum Pabrik Kelapa Sawit mengatakan, kegiatan yang digelar ini merupakan, ujud dari rasa kepedulian perusahaan dibidang pendididikan Agama yang “dikemas”, dalam mengenang 16 tahun tragedi Tsunami di Aceh.

Manajer Unit PTPN I Alibasa Lubis berserta karyawan, mengucapkan terimakasih atas dukungan penuh dari Direktur Ahmad Gusmar Harahap dan SEVP Operational Denny Ramadhan Nasution, serta SEVP Bussines Support Faisal Ahmad.

Peringatan Hari Ibu IKBI PTPN I Resmikan Kantor Sekretariat & Majelis Taklim At Tasniim

Langsa, 22 Desember 2020, PT Perkebunan Nusantara I memperingati hari ibu yang ke 92 tahun, Direktur PTPN I Ahmad Gusmar Harahap meresmikan kantor Sekretariat IKBI dan Sekretariat Majelis Taklim Ikatan keluarga besar Ibu-ibu PTPN I, Ahmad Gusmar Harahap pada saat memberikan kata-kata sambutan dalam rangka memperingati hari ibu menyampaikan bahwa peranan ibu-ibu sangat penting dalam menunjang kesuksesan kaum pria termasuk dalam melaksanakan tugas serta peran dalam mendidik anak-anak untuk mencapai keberhasilan dan mendampingi suami dalam melaksanakan tugas maka dengan ini mari kita selalu menghormati kaum ibu, karna tanpa peran mereka kita tidak akan sukses dalam berbagai hal seperti yang kita nikmati saat ini, diakhir acara Ahmad Gusmar Harahap yang didampingi oleh Ny.Santi Gusmar sebagai Ketua IKBI PTPN I membuka selubung papan nama Sekretariat IKBI & Sekretariat Majelis Taklim yang diberi At’tasniim (mata air surga) sebagai tanda peresmian kantor tersebut untuk operasional kegiatan ibu-ibu PTPN I baik untuk keperluan kegiatan sosial maupun kebutuhan organisasi dimaksud.

Cuan Dari Tumbangan Pohon Sawit

Cuan Dari Tumbangan Pohon SawitProgram peremajaan sawit saat ini terus berlangsung, kendati harus menghadapi masa pandemi. Tentu saja, kegiatan peremajaan sawit tetap menerapkan protokol kesehatan ketat  guna menghindari terjadinya pemaparan.

Nah, faktanya dari pengerjaan peremajaan sawit itu terbuka peluang untuk memperoleh keuntungan tambahan. Dalam sebuah seminar online Sustain Talk yang diadakan Forum Petani Sawit Berkelanjutan Indoensia (Fortasbi) mengungkap, potensi ekonomi dari pati sawit untuk dijadikan gula merah.

Merujuk pengalaman Kaya Coco, salah satu perusahaan yang mengembangkan gula merah sawit, potensi gula merah dari sisa kayu sawit yang ditebang bisa untuk digunakan menjadi bahan baku gula merah. Cara demikian bisa menjadi pemasukan tambahan bagi petani yang sedang melakukan peremajaan sawit.

Dikatakan Deddy Limanto dari Kaya Coco, satu pokok kelapa sawit biasanya rata-rata memiliki kandungan pati sekitar 250 liter, dengan rendemen sekitar 12%. Artinya satu pokok sawit bisa menghasilkan rata-rata 30 liter pati. “Kendati untuk kebun-kebun sawit tertentu bisa menghasilkan pati sekitar 45 liter per pohon,” (sumber, infosawit.com)

Direktur dan SEVP PTPN I Bantu Karyawan Kebun Cot Girek yang terkena Musibah Banjir

06/12/2020, Direktur PT Perkebunan Nusantara I Ahmad Gusmar Harahap bersama SEVP Operation Denny Ramadhan Nasution & SEVP Bussines Support Faisal Ahmad, turun langsung ke kebun Cot Girek guna ikut merasakan musibah yang dialami karyawan PTPN I yang terkena bencana banjir di Aceh Utara.
Dalam kunjungan itu Direktur Ahmad Gusmar Harahap secara langsung membawa bantuan sembako berupa beras, Indomie, telor, gula dan kopi langsung diserahkan di posko – posko pengungsian, di sejumlah titik.
Direktur beserta SEVP didampingi Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN I Yantri Bakti Putera, disambut dengan suka cita oleh karyawan kebun Cot Girek.