All posts by humasptpn1

PENANAMAN PERDANA DI KEBUN PULAU TIGA

Langsa, 15-11-2018 PT Perkebunan Nusantara  I yang terdiri dari beberapa Kebun dan Pabrik, saat ini sedang pelaksanaan Replanting di sebagian kebun. Tanaman kelapa sawit yang sudah tua yang tidak berproduksi ditumbang untuk ditanami dengan pokok kelapa  sawit yang baru.

Kebun Pulau Tiga dengan luasan 6.661 Ha yang terdiri dari areal emplasmen, bangunan pabrik, Tanaman Menghasilkan (TM) dan areal Tanaman Ulang (TU), sekarang ini sebagian arealnya siap untuk penanaman ulang tanaman kelapa sawit.

Bapak Yulia Syafri selaku Manajer di kebun Pulau Tiga beserta jajaran  karyawan Pimpinan melaksanakan penanaman perdana Kelapa Sawit  di Areal TU, dimana areal tersebut sudah siap untuk ditanam, dengan memenuhi kriteria tanam.

Pelaksanaan penanaman perdana pokok kelapa sawit di lapangan/areal TU diawali oleh Manajer kebun dan diikuti oleh para Asisten Tanaman masing-masing Afdeling dan selanjutnya akan ditanam oleh tenaga kerja karyawan pelaksana dengan di awasi oleh mandor dan Asisten tanaman.

Penanaman kelapa sawit yang baru saat yang tepat dimana saat ini sedang  musim hujan, sehingga tanaman tidak stress disinari panasnya matahari.

Perlakuan penanaman sudah diawali dengan beberapa perlakuan  dan kelanjutannya oleh masing-masing Asisten Tanaman untuk perawatan dengan aplikasi pemupukan sesuai dengan ketentuan 4 T, yaitu:

  1. Tepat Jenis
  2. Tepat dosis
  3. Tepat cara
  4. Tepat waktu

Di samping pemupukan, perawatan, pembersihan gulma  juga sangat menentukan untuk pertumbuhan pokok kelapa sawit agar  unsur hara yang terkandung dalam tanah dapat diserap semua oleh tanaman kelapa sawit.

Dengan demikian pertumbuhan tanaman kelapa sawit akan tumbuh sesuai yang diharapkan sehingga dalam masa waktu tiga tahun akan dapat dipanen buahnya.

 

PTPN I MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN

Langsa, 12-11-2018 Karyawan/ti  PTPN I melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari Pahlawan ke 73 di halaman Kantor Pusat yang di pimpin langsung oleh Direktur Utama PTPN I (Uri Mulyari), turut serta Direktur Opersional (Desmanto) dan Direktur Komersil (Faisal Ahmad). Upacara peringatan hari pahlawan juga di peringati di Kebun dan Pabrik lingkungan PTPN I, yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 November 2018 dan dipimpin langsung oleh  masing-masing Manajer.

Upacara bendera hari pahlawan dilaksanakan berdasarkan surat dari kementerian, Menteri dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 003.105/8684/SJ tanggal 18 Oktober 2018 tentang Peringatan Hari Pahlawan di Daerah dan Surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1374/SEK/HM.01.2/11/2018 tanggal 08 November 2018 tentang Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan ke 73 Tahun 2018.

Bapak Uri Mulyari selaku Pembina Upacara Bendera Peringatan hari Pahlawan membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia.  Isi dari amanat upacara tersebut diantaranya, pelaksanaan upacara bendera hari pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus serasi dengan makna, bukan hanya sebagai prosesi namun subtansi setiap peringatan hari pahlawan harus dapat menggali semangat baru dalam imflementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Pahlawan tahun ini dengan tema “Semangat  pahlawan di dadaku” dan ada beberapa   pesan – pesan para pahlawan perjuangan pada saat upacara bendera tersebut dibacakan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.

Peserta upacara dengan khidmat mengikuti upacara bendera apalagi saat dibacakan pesan –pesan dari para pahlawan, pesan tersebut menggugah, terharu dan menjadi motivasi bagi karyawan – karyawati  PTPN I untuk melakukan tugas hari-hari menjadi lebih baik.

PERSONEL PTPN I BENCHMARKING SMK-BK DI PTPN III (Persero)

Langsa, 12-11-2018 untuk dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam bisnis global dan meraih tujuan perusahaan diperlukan suatu metode untuk meningkatan kinerja karyawan. Metode ini harus didukung oleh beberapa faktor yang secara internal penting antara lain strategi, struktur, sistem manajemen dan budaya perusahaan.

Kementerian BUMN mendorong Perusahaan milik negara untuk menerapkan sistem penilaian karyawan berdasarkan kinerja (performance based) untuk mendorong tata kelola Perusahaan yang baik (GCG) sekaligus memberi keadilan kepada karyawan yang memiliki potensi tinggi.

Dalam rangka memenuhi tujuan tersebut, terdapat metode yang dinamakan benchmarking, yaitu suatu proses studi banding dan mengukur suatu kegiatan perusahaan/organisasi terhadap proses operasi yang terbaik sebagai inspirasi dalam meningkatkan kinerja (performance) perusahaan/organisasi.

Sistem penilaian kinerja karyawan yang dijalankan oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) telah lama dikenal dengan nama Sistem Manajemen Kinerja (SMKi), dalam pelaksanaannya masih memiliki banyak kekurangan.

Oleh karena itu, dalam rangka pengembangan SMKI & RBK di PTPN I  memandang perlu untuk melakukan benchmarking ke Induk Perusahaan yaitu PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang sebelumnya telah melaksanakan sistem penilaian kinerja yang sistematis dalam bentuk aplikasi dan terintegrasi ke seluruh aspek tugas-tugas operasional SDM (kenaikan golongan, remunerasi) yaitu Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi (SMK-BK).

PTPN I menugaskan 3 personel Benchmarking ke PTPN III (Persero) pada tanggal 5 – 9 November 2018, Kasubbag.PSDM (Dedi Pribadi), Staf Subbag. SMK – BK (Rahmad Pandi Tambunan) dan Karyawan Pelaksana (Rahmi Zuraida) Bagian SDM dan Umum  untuk dapat menambah wawasan dimaksud.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan benchmarking ini adalah.

  1. Mempelajari Sistem Kinerja Berbasis Kompetensi (SMK-BK) di PTPN III (Persero) meliputi SMKI dan CLI (Competency Level Index) yang mendasari penyusunan Remunerasi Berbasis Kinerja (RBK).
  2. Mempelajari realisasi pelaksanaan/aplikasi SMK-BK di PTPN III (Persero).
  3. Sharing Session mengenai kelebihan dan kekurangan SMKi & RBK PTPN I serta menggali masukan untuk perbaikan.

Dari pelaksanaan kegiatan benchmarking tersebut, diharapkan dapat diaplikasikan ilmu-ilmu penilaian kinerja yang didapat di PTPN III (Persero) untuk diterapkan secara komprehensif di PTPN I.

 

HINDARI FRAUD (KECURANGAN)

Peran audit internal   sebagai pengawas terhadap tindakan kecurangan  dan bertanggung  jawab untuk membantu manajemen mencegah frauddengan melakukan pengujian dan evaluasi  keandalan dan efektivitas dari pengendalian seiring dengan potensi resiko terjadinya kecurangan  dalam berbagai segmen. Dengan adanya peran  audit internal  diharapkan dapat berjalannya penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi.

Fraud di Indonesia lebih populer dengan istilah korupsi,berdasarkan definisi dari The institute of Internal Auditor (“IIA”), yang dimaksud dengan fraudadalah“sekumpulan tindakan yang tidak diizinkan dan melanggar hukum yang ditandai dengan adanya unsur kecurangan yang disengaja” serta merugikan keuangan negara.

TERDAPAT EMPAT  FAKTOR PEMICU / PENDORONG SESEORANG UNTUK MELAKUKAN KECURANGAN , YANG DISEBUT JUGA  DENGAN  TEORI GONE  YAITU :

 

  1. Greed (keserakahan)
  2. Opportunity (kesempatan)
  3. Need (kebutuhan)
  4. Exposure (pengungkapan)
  5. Rasionalisasi

 

Faktor Greed dan Need adalah faktor yang berhubungan dengan individu pelaku kecurangan (disebut juga faktor individual) sedangkan faktor opportunity dan exposure merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan ( disebut juga faktor generic/umum)

  1. Faktor individu
  2. Moral, faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed)
  3. Motivasi, faktor ini berhubungan dengan kebutuhan ( need)

 

 

  1. Faktor genetik
  2. Kesempatan (opportunity) untuk melakukan kecurangan tergantung kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Kesempatan untuk melakukan kecurangan selalu ada pada setiap kedudukan . Namun ada yang mempunyai kesempatan besardan ada yang kecil. Secara umum manajemen suatu organisasi/perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kecurangan dari pada karyawan.
  3. Pengungkapan ( exposure ) suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan  tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun pelaku yang lain. Oleh karena itu setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap.
  4. Rasionalisasi

Suatu bentuk pemikiran yang menjadikan seseorang melakukan fraudmerasa bahwa sikap curang tersebut dapat diterima. Hal ini dapat terjadi jika tidak adanyapenegakan hukum yang tegas, atau terjadi pembiaran dalam melakukan fraud

 

GEJALA  ADANYA FRAUD (KECURANGAN )

Fraud yang dilakukan manajemen umumnya lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh karyawan. Oleh karena itu perlu diketahui gejala yang menunjukkan adanya kecurangan tersebut adapun gejala tersebut adalah :

  1. Gejala kecurangan pada manajemen
  • Ketidakcocokan diantara manajemen puncak
  • Moral dan motivasi karyawan rendah
  • Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan
  • Perusahaan tidak sehat ,Laba menurun , aset berkurang, dan  utang bertambah
  1. Gejala kecurangan pada karyawan
  • Pengeluaran tanpa dokumen pendukung
  • Pencatatan yang salah
  • Faktur ganda

 

DAMPAK FRAUDTERHADAP PERUSAHAAN

  1. Hilangnya asset organisasi, baik berujud maupun asset tak berujud
  2. Mengurangi daya tahan/kelangsungan hidup organisasi
  3. Hilangnya reputasi dan kredibilitas organisasi

MENCEGAH AGAR TIDAK TERJADI FRAUD

  1. Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum

Pengendalian internal mempunyai pengaruh dalam upaya pencegahan kecurangan pengendalian intern merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan keyakinan yang cukup akan tercapainya tujuan perusahaan

  1. Pelaksanaan Good Corporate Governance(GCG)

Adalah sistem dan struktur untuk mengelola perusahaan dengan meningkatkan nilai pemegang saham serta mengakomodasi berbagai pihak yang berkepentingan  dengan perusahaan

  1. Pengelolaan audit internal serta mengefektifkan fungsi internal audit

Peran internal auditor sangat penting untuk mengawal dan menjamin semua aktivitas perusahaan sudah berjalan sesuai ketentuan. Sejalan dengan perubahan zaman  yang begitu cepat , maka internal audit juga dituntut untuk merubah paradigmanya.

  1. Melakukan mutasi dan rotasi

Potensi fraudyang dilakukan oleh karyawan yang sudah terlalu lama berada dalam satu unit kerja dapat dikatakan relatif tinggi.

  1. Memberikan Reward dan punishment yang Tegas

Jika hal tersebut diatas tidak diterapkan dengan tegas potensi fraud akan terjadi cukup besar. Bila reward tidak secara adil diterapkan  maka akan mendorong karyawan menjadi demotivasi dan akan melakukan sejumlah pembenaran untuk melakukan fraud.  kedua jika punishment tidak diberikan  secara tegas maka akan mendorong pembenaran bagi yang lain untuk melakukan fraud.

 

RENCANA KEDEPAN BAGIAN SATUAN PENGAWAS INTERN (SPI) DALAM PENGENDALIAN FRAUD

Ada beberapa hal yang perlu perbaikan/penyempurnaan yang dihadapi dalam hal pengelolaan audit internal dalam upaya pencegahan Fraud (kecurangan)

  1. Mengingat objek pekerjaan yang ada di setiap , kebun/unit kerja cukup banyak dan waktu audit yang sangat terbatas, dalam penyusunan Program Kerja Pengawas  Tahunan (PKPT) 2019 khusus Bagian Kantor Pusat  diaudit satu kali dalam setahun disesuaikan  dengan potensi
  2. Mengefektifkan pengendalian internal yang terdapat diperusahaan. Dengan adanya pemeriksaan internal yang baik maka akan meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan. Melalui indepedensi yang dimiliki auditor, prilaku jujur, beretika dan tanggung jawab dalam penyelesaian pekerjaan  dalam bidang audit kecurangan.
  3. Kompetensi auditor merupakan hal yang mutlak dan harus ditingkatkan untuk mendapatkan  auditor yang handal dan kapabel sehingga kemampuan analisisnya semakin tajam dan opininya semakin jitu dalam pengungkapan terjadinya kecurangan  yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan. .  Melalui pelatihan dan pengembangan secara berkala dan berkelanjutan , serta melakukan rekrutmen dan assesment khusus untuk personil auditor untuk ditempatkan dibagian SPI
  4. Auditor tidak lagi diarahkan mengaudit sesuai dengan bidangnya masing-masing, tetapi semua auditor harus dapat mengaudit semua bidang hal ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 namun kedepan  akan ditingkatkan pelaksanaannya.
  5. Temuan audit tidak lagi hanya menyajikan penyimpangan dan kesalahan perhitungan atau kelebihan bayar, tetapi lebih diarahkan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan (fraud)
  6. Laporan audit harus menggambarkan kondisi aktual secara menyeluruh dari unit kerja yang diaudit yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penilaian kinerja manajemen unit apabila akan dipromosikan untuk jenjang jabatan atau kelas yang lebih tinggi sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya pelanggaran oleh pejabat promosi.

 

MANFAAT DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

  1. Meningkatnya kinerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan
  2. Meningkatnya reputasi dan kredibilitas perusahaan sehingga mempermudah diperolehnya dana pembiayaan yang lebih murah
  3. Meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan pemerintah  sekaligus akan meningkatkan value dan deviden. Khusus bagi BUMN akan dapat membantu bagi APBN .
  4. Melindungi asset perusahaan terlebih sumber daya termasuk data dan informasi
  5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan
  6. Sistim pengendalian internal semakin efektif

KESIMPULAN

  1. Untuk mencegah terjadinya frauddilingkup bagian,kebun/unit PTPN-I agar setiap kegiatan operasional perusahaan memedomani peraturan  dan ketentuan  yang berlaku diperusahaan   seperti Prosedur Kerja (PK) dan Proses Bisnis (PB)
  2. Mengefektifkan pengendalian internal yang terdapat diperusahaan. Dengan adanya pemeriksaan internal yang baik maka akan meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan sehingga potensi terjadinya fraudsemakin kecil
  3. Agar setiap kegiatan operasional perusahaan dapat melaksanakan sistem pengendalian internal dan pengelolaan risiko serta menerapkan prinsip – prinsip GCG untuk meminimalisir terjadinya fraud
  4. Hindari fraudkarena dapat merugikan diri dan keluarga, sesuai dengan peraturan perusahaan bagi karyawan yang melanggar disiplin kesalahan, kelalaian, kecurangan kerja akan diberikan sanksi hukuman mulai dari teguran sampai dengan pemutusan hubungan kerja apabila karyawan dinyatakan bersalah serta telah mempunyai kekuatan hukum tetap. (sumber:Khairullah, Kasubbag. pengawasan bidang tanaman Bagian SPI PTPN I)

 

 

 

KUNJUNGAN SILATURRAHMI DENGAN KAPOLRES ACEH UTARA

Cot Girek, 8 November 2018 Asisten Personalia dan  Umum  PKS Cot Girek (Abdul Muthalib) yang didampingi oleh Papam (Bripka Chondro sunyoto) berkunjung ke Mapolres Aceh Utara dalam rangka bersilaturrahmi dengan Kapolres (AKBP Rizkian Milyardin, SIK) di ruang kerjanya.

AKBP Rizkian menyambut gembira kedatangan bapak Abdul Muthalib  dan Papam Bripka Chondro yang merupakan anggota Polres Aceh Utara yang ditugaskan untuk petugas keamanan di PKS Cot Girek.

Kunjungan kerja tersebut bukan untuk yang pertama kalinya, di mana hubungan silaturrahmi selama ini sudah terjalin dengan baik antara PTPN I   dengan Polres Aceh Utara.

Pertemuan Abdul Muthalib selaku Asisten Personalia dan Umum dalam rangka membahas keamanan lingkungan PTPN I khusus Pabrik Kelapa Sawit, di mana PKS  berdiri di wilayah teritorial Polres Aceh Utara. Sekaligus berkoordinasi tentang personel Polres Aceh Utara yang di tempatkan sebagai petugas keamanan (papam) di PKS Cot Girek.

Personel Polres yang ditugaskan di PKS Cot Girek ada jangka waktu sesuai dengan surat perintah dari Polres Aceh Utara dan dapat diperpanjang masa tugas di PKS Cot Girek tergantung kebutuhan.

 

 

HINDARI FRAUD (KECURANGAN)

Peran audit internal   sebagai pengawas terhadap tindakan kecurangan  dan bertanggung  jawab untuk membantu manajemen mencegah frauddengan melakukan pengujian dan evaluasi  keandalan dan efektivitas dari pengendalian seiring dengan potensi resiko terjadinya kecurangan  dalam berbagai segmen. Dengan adanya peran  audit internal  diharapkan dapat berjalannya penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi.

Fraud di Indonesia lebih populer dengan istilah korupsi,berdasarkan definisi dari The institute of Internal Auditor (“IIA”), yang dimaksud dengan fraudadalah“sekumpulan tindakan yang tidak diizinkan dan melanggar hukum yang ditandai dengan adanya unsur kecurangan yang disengaja” serta merugikan keuangan negara.

TERDAPAT EMPAT  FAKTOR PEMICU / PENDORONG SESEORANG UNTUK MELAKUKAN KECURANGAN , YANG DISEBUT JUGA  DENGAN  TEORI GONE  YAITU : 

  1. Greed (keserakahan)
  2. Opportunity (kesempatan)
  3. Need (kebutuhan)
  4. Exposure (pengungkapan)
  5. Rasionalisasi

Faktor Greed dan Need adalah faktor yang berhubungan dengan individu pelaku kecurangan (disebut juga faktor individual) sedangkan faktor opportunity dan exposure merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan ( disebut juga faktor generic/umum)

  1. Faktor individu
  2. Moral, faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed)
  3. Motivasi, faktor ini berhubungan dengan kebutuhan ( need)

 

  1. Faktor genetik
  2. Kesempatan (opportunity) untuk melakukan kecurangan tergantung kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Kesempatan untuk melakukan kecurangan selalu ada pada setiap kedudukan . Namun ada yang mempunyai kesempatan besardan ada yang kecil. Secara umum manajemen suatu organisasi/perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kecurangan dari pada karyawan.
  3. Pengungkapan ( exposure ) suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan  tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun pelaku yang lain. Oleh karena itu setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap.
  4. Rasionalisasi

Suatu bentuk pemikiran yang menjadikan seseorang melakukan fraudmerasa bahwa sikap curang tersebut dapat diterima. Hal ini dapat terjadi jika tidak adanyapenegakan hukum yang tegas, atau terjadi pembiaran dalam melakukan fraud

 

GEJALA  ADANYA FRAUD (KECURANGAN )

Fraud yang dilakukan manajemen umumnya lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh karyawan. Oleh karena itu perlu diketahui gejala yang menunjukkan adanya kecurangan tersebut adapun gejala tersebut adalah :

  1. Gejala kecurangan pada manajemen
  • Ketidakcocokan diantara manajemen puncak
  • Moral dan motivasi karyawan rendah
  • Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan
  • Perusahaan tidak sehat ,Laba menurun , aset berkurang, dan  utang bertambah
  1. Gejala kecurangan pada karyawan
  • Pengeluaran tanpa dokumen pendukung
  • Pencatatan yang salah
  • Faktur ganda

 

DAMPAK FRAUDTERHADAP PERUSAHAAN

  1. Hilangnya asset organisasi, baik berujud maupun asset tak berujud
  2. Mengurangi daya tahan/kelangsungan hidup organisasi
  3. Hilangnya reputasi dan kredibilitas organisasi

MENCEGAH AGAR TIDAK TERJADI FRAUD

  1. Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum

Pengendalian internal mempunyai pengaruh dalam upaya pencegahan kecurangan pengendalian intern merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan keyakinan yang cukup akan tercapainya tujuan perusahaan

  1. Pelaksanaan Good Corporate Governance(GCG)

Adalah sistem dan struktur untuk mengelola perusahaan dengan meningkatkan nilai pemegang saham serta mengakomodasi berbagai pihak yang berkepentingan  dengan perusahaan

  1. Pengelolaan audit internal serta mengefektifkan fungsi internal audit

Peran internal auditor sangat penting untuk mengawal dan menjamin semua aktivitas perusahaan sudah berjalan sesuai ketentuan. Sejalan dengan perubahan zaman  yang begitu cepat , maka internal audit juga dituntut untuk merubah paradigmanya.

  1. Melakukan mutasi dan rotasi

Potensi fraudyang dilakukan oleh karyawan yang sudah terlalu lama berada dalam satu unit kerja dapat dikatakan relatif tinggi.

  1. Memberikan Reward dan punishment yang Tegas

Jika hal tersebut diatas tidak diterapkan dengan tegas potensi fraud akan terjadi cukup besar. Bila reward tidak secara adil diterapkan  maka akan mendorong karyawan menjadi demotivasi dan akan melakukan sejumlah pembenaran untuk melakukan fraud.  kedua jika punishment tidak diberikan  secara tegas maka akan mendorong pembenaran bagi yang lain untuk melakukan fraud.

 

RENCANA KEDEPAN BAGIAN SATUAN PENGAWAS INTERN (SPI) DALAM PENGENDALIAN FRAUD

Ada beberapa hal yang perlu perbaikan/penyempurnaan yang dihadapi dalam hal pengelolaan audit internal dalam upaya pencegahan Fraud (kecurangan)

  1. Mengingat objek pekerjaan yang ada di setiap , kebun/unit kerja cukup banyak dan waktu audit yang sangat terbatas, dalam penyusunan Program Kerja Pengawas  Tahunan (PKPT) 2019 khusus Bagian Kantor Pusat  diaudit satu kali dalam setahun disesuaikan  dengan potensi
  2. Mengefektifkan pengendalian internal yang terdapat diperusahaan. Dengan adanya pemeriksaan internal yang baik maka akan meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan. Melalui indepedensi yang dimiliki auditor, prilaku jujur, beretika dan tanggung jawab dalam penyelesaian pekerjaan  dalam bidang audit kecurangan.
  3. Kompetensi auditor merupakan hal yang mutlak dan harus ditingkatkan untuk mendapatkan  auditor yang handal dan kapabel sehingga kemampuan analisisnya semakin tajam dan opininya semakin jitu dalam pengungkapan terjadinya kecurangan  yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja perusahaan. .  Melalui pelatihan dan pengembangan secara berkala dan berkelanjutan , serta melakukan rekrutmen dan assesment khusus untuk personil auditor untuk ditempatkan dibagian SPI
  4. Auditor tidak lagi diarahkan mengaudit sesuai dengan bidangnya masing-masing, tetapi semua auditor harus dapat mengaudit semua bidang hal ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 namun kedepan  akan ditingkatkan pelaksanaannya.
  5. Temuan audit tidak lagi hanya menyajikan penyimpangan dan kesalahan perhitungan atau kelebihan bayar, tetapi lebih diarahkan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan (fraud)
  6. Laporan audit harus menggambarkan kondisi aktual secara menyeluruh dari unit kerja yang diaudit yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penilaian kinerja manajemen unit apabila akan dipromosikan untuk jenjang jabatan atau kelas yang lebih tinggi sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya pelanggaran oleh pejabat promosi.

 

MANFAAT DAN HASIL YANG DIHARAPKAN

  1. Meningkatnya kinerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan
  2. Meningkatnya reputasi dan kredibilitas perusahaan sehingga mempermudah diperolehnya dana pembiayaan yang lebih murah
  3. Meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan pemerintah  sekaligus akan meningkatkan value dan deviden. Khusus bagi BUMN akan dapat membantu bagi APBN .
  4. Melindungi asset perusahaan terlebih sumber daya termasuk data dan informasi
  5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan
  6. Sistim pengendalian internal semakin efektif

KESIMPULAN

  1. Untuk mencegah terjadinya frauddilingkup bagian,kebun/unit PTPN-I agar setiap kegiatan operasional perusahaan memedomani peraturan  dan ketentuan  yang berlaku diperusahaan   seperti Prosedur Kerja (PK) dan Proses Bisnis (PB)
  2. Mengefektifkan pengendalian internal yang terdapat diperusahaan. Dengan adanya pemeriksaan internal yang baik maka akan meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan sehingga potensi terjadinya fraudsemakin kecil
  3. Agar setiap kegiatan operasional perusahaan dapat melaksanakan sistem pengendalian internal dan pengelolaan risiko serta menerapkan prinsip – prinsip GCG untuk meminimalisir terjadinya fraud
  4. Hindari fraudkarena dapat merugikan diri dan keluarga, sesuai dengan peraturan perusahaan bagi karyawan yang melanggar disiplin kesalahan, kelalaian, kecurangan kerja akan diberikan sanksi hukuman mulai dari teguran sampai dengan pemutusan hubungan kerja apabila karyawan dinyatakan bersalah serta telah mempunyai kekuatan hukum tetap

 

 

 

UPAYA PENYELAMATAN PRODUKSI

Langsa, 6-11-2018 Manajemen kebun lama beserta pengamanan swakarsa (personel Afdeling) melakukan patroli keliling kebun pada sore hari bahkan sampai malam, dilakukan secara bergantian dalam upaya mengamankan produksi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Dalam  upaya  peraihan produksi semaksimalnya dilakukan dengan bermacam cara, sehingga produksi yang ada benar-benar dapat terkumpul dan dapat diangkut kepabrik untuk diolah. Tandan buah segar (TBS) yang sudah dipanen di ancak ada kalanya tidak dapat diambil/diangkut langsung dengan truk, karena ada ancak tertentu harus dilangsir dengan secara manual dan kendaraan sepeda motor ke jalan panen/utama. Tandan Buah Segar (TBS) yang baru dipanen dan dilangsir  tersebut harus dijaga oleh tim keamanan (Pam Swakarsa) di kebun agar tidak dicuri orang.

Pam Swakarsa saat melaksanakan patroli untuk mengamankan di Areal Afdeling VI Kebun Lama dapat menangkap dua orang yang sedang melakukan pencurian buah kelapa sawit di tempat penempatan hasil (TPH) di pinggir jalan utama. Orang tersebut  mencuri buah kelapa sawit  sebanyak 16 (enam belas) tandan di Afdeling VI Kebun Lama, untuk di bawa keluar areal kebun dan di jual ke agen agen pembelian buah sawit yang berada di lingkungan kebun.

Tim pengamanan kebun dengan gerak cepat  menangkap pencuri tersebut dan di bawa kekantor Afdeling IV Tanjung Harapan  dan melaporkan kepada pimpinan kebun lama untuk diproses sesuai hukum. Dengan demikian mereka akan ada efek jera kepada sipelaku sehingga  tidak akan mengulangi pencurian lagi.

Pengamana kebun terus dilakukan bukan hanya oleh petugas pengamanan tetapi seluruh personel kebun siap melakukan penyelamatan produksi, karena dengan produksi dapat mensejahterakan seluruh karyawan kebun.

 

TRAINING MODUL MATERIAL MANAGEMENT

Langsa,  (1-11-2018)  Pelaksanaan ERP-SAP   lanjutan di Operation Room  PTPN I dipandu oleh bapak Iqbal konsultan dari PT Telkom Jakarta dan di bantu oleh personel yang sudah mengerti dan memahami tentang ERP dari Bagian PMO-SAP  Kantor Pusat.   ERP lanjutan ini diikuti oleh perwakilan semua Bagian kantor Pusat dan Kebun/Pabrik, dimana personel yang mengikutinya diharapkan dapat mengaplikasikan  dalam tugasnya sehari-hari sehingga apa yang diharapkan dapat terlaksana.

Erterprise Resource planning (ERP) pada dasarnya adalah suatu aplikasi yang mengintegrasikan seluruh fungsi di dalam suatu perusahaan secara end to end, mulai dari fungsi pengadaan, produksi, distribusi, penjualan hingga pengelolaan sumber daya manusia.

Database yang tersentralisasi akan memberikan banyak keuntungan seperti efesiensi, kecepatan, pengolahan data dan efektivitas alur kerja. Hal ini  memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk manfaatkan  waktu, biaya dan tenaga yang sebelumnya dihabiskan untuk proses administrasi ke arah pengembangan seperti analisis, pelatihan. Selain itu ERP memungkinkan untuk menginventaris data menjadi lebih rapi dan mempermudah komunikasi antar unit kerja.

Training ERP-SAP  di Operation Room PTPN I kalinya dilaksanakan selama tiga hari tanggal 29-31 Oktober 2018  tentang training modul material manajemen khususnya pengadaan barang dan jasa.

Bapak Iqbal begitu bersemangat dalam penyampain materi dan peserta  sangat  antusias dalam mengikuti training tersebut, mereka manfaatkan waktu yang sangat singkat itu sebaik mungkin untuk dapat menyerap ilmu yang diberikan. Hari pertama bagaimana membuat user personel dan ilmu dasar tentang modul material yang dilanjutkan dengan sistem aplikasinya dari gudang kebun/pabrik. Hari kedua bagaimana membuat data keluar,  masuk dan pemindahan barang dari gudang atau kebun ke kebun/pabrik dan lainnya. Hari ketiga peserta siap untuk diuji bagaimana cara mengaplikasikannya secara perorangan, perkebun/pabrik dan berhasil. Pelaksanaan Training Modul Material Management yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut  sangat bermanfaat bagi peserta baik dari Kantor Pusat maupun kebun/pabrik.