Faktanya Peremajaan Sawit Rakyat Tak Sekadar Urusan Tebang Pohon

Penerapan peremajaan sawit rakyat yang akrab dikenal dengan replanting, faktanya tidak semudah membalik tangan. Dikatakan Ketua KUD Mulus Rahayu, Pawito Saring, dirinya saat akan memulai melakukan peremajaan kebun sawit banyak petani sawit lain yang meragukan, lantaran sebelumnya ada anggapan bahwa jika kebun sawit petani dilakukan replanting maka akan berpotensi menghilangkan pendapatan petani selama 4 tahun.

Jelas kekhawatiran petani sangat beralasan, lantaran sumber penghasilannya bakal tidak ada, namun demikian kata Pawito, pihaknya terus memberikan informasi dan menyemangati petani lain yang berada di Desa Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau.

Untuk mematahkan kekhawatiran para petani, kata Pawito yang berasal dari Asahan, Medan, pihaknya berserta mitra perusahaan, Asian Agri, mendorong untuk dilakukannya pelatihan budidaya tanaman lain, atau pengembangan peternakan. Sebagai pengganti pendapatan selama kebun sawit yang di replanting belum menghasilkan.

”Kebetulan mitra perusahaan menerapkan alternatif income, dimana petani didorong untuk mengembangakn usaha lain yang mampu dilakukan,” katanya kepada InfoSAWIT, di Siak.

Salah satu yang dilakukan ialah dengan membuat tambak kolam ikan, peternakan sapi atau membudidayakan tanaman lain selama replanting. Dari informasi yang didapat, para petani yang tergabung dalam KUD Mulus Rahayu melakukan replanting di 2016 lalu yang juga didukung dengan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit