KONGRES DAN WORKSHOP KEHUMASAN BUMN

Langsa, 26-3-2019 Peran humas bukan hanya menyebarkan informasi kepada khalayak agar mendapatkan opini dan kesan mereka terhadap perusahaan. Pekerjaan humas tentu saja tidak terlepas dari prinsip komunikasi yaitu menciptakan suatu komunikasi yang efektif.

Humas juga  merupakan corong bagi perusahaan .untuk mempublikasikan kegiatan serta pelayanan terhadap stakeholder, menjadi sumber informasi dan komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat.

Forum Humas BUMN  menyelenggarakan kongres dan workshop bagi seluruh komponen Public Relations (PR) BUMN serta bersinergi dengan PR Kementerian dan organisasi Profesi PR,  Komunitas Mahasiswa komunikasi, Media, dan kalangan Akademis.

Terkait kegiatan kehumasan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mengirimkan Ka.Subbag.Humas, Protokoler dan Portal BUMN (Deddy Mulyadi) untuk mengikuti Kongres (Musyawarah Nasional) dan workshop kehumasan (Forum Humas BUMN) yang diselenggarakan di Bandung pada 13-14 Maret 2019 yang lalu.

Workshop tersebut dapat melahirkan ide/gagasan, ispirasi dan pemikiran pemikiran pada tatanan strategis dan operasional Humas BUMN dan para komunitas PR di Indonesia. Selain itu diharapkan mampu menghasilkan pemikiran dan rekomendasi dalam mentransformasi perubahan digitalisasi teknologi, Big data dan artificial intelligence yang akan berdampak pada profesi PR dan industri BUMN.  Kegiatan tersebut hadir sebagai pembicara dari kalangan CEO BUMN, Praktisi PR dalam dan luar negeri, para millenials dan Xenials.

Workshop sekaligus Kongres saat itu untuk pemilihan Ketua Umum Forum Humas BUMN  dimana sebelumnya dijabat oleh Ahmad Reza dari PT Bank Mandiri (Persero) TBK pada periode 2016-2019 lalu yang dihadiri oleh humas 93 BUMN di Yogyakarta. Sedangkan ketua umum yang baru terpilih Rohan Hafas dari PT Bank Mandiri (Persero) TBK untuk periode 2019-2021 yang dihadiri oleh 300 humas BUMN yang diselenggarakan di Trans Luxury Hotel Bandung Jawa Barat.

Dengan mengikuti workshop tersebut diharapkan PR bukan hanya bicara tentang data dan digitalisasi tetapi juga tentang kemampuan seseorang untuk beradaptasi, termasuk bagi praktisi PR. Tidak semua hal bisa digantikan namun aspek seni, kreatifitas, tanggungjawab sosial, kebijakan hingga hubungan interpersonal sesama manusia tidak akan dapat digantikan.