LANGSIRAN TBS KELAPA SAWIT

Langsa, 22-11-2018 Pemanen merupakan ujung tombak dalam perolehan produksi kelapa sawit di kebun-kebun. Pelaksanaan panen di kebun-kebun berjalan sesuai dengan standar operasional  prosedur (SOP)  panen, waktu panen sudah diatur rotasi  dan kaveld panen.

PTPN I  saat ini rotasi panen dilaksanakan  8/10 dengan luasan masing-masing pemanen sudah diatur oleh mandor panen. Tandan Buah Segar (TBS) yang dipanen sesuai dengan kriteria panen dan apabila pemanen melakukan kesalahan kriteria panen maka akan dikenakan sanksi panen sesuai ketentuan.

TBS yang sudah dipanen oleh pemanen harus  langsung dikeluarkan melalui jalan pikul  ke TPH untuk diangkut ke pabrik. Dan apabila ada buah yang dipanen tidak terjangkau diangkut ke TPH maka buah tersebut harus di langsir.

Ada areal tertentu/rendahan tidak dapat  dilalui oleh kendaraan, jika musim hujan tiba akan terjadi genangan air yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, sehingga TBS harus dilangsir ke TPH. Langsiran dapat dilakukan secara manual di pikul dan menggunakan sepeda motor.

Hal ini dilakukan agar TBS yang dipanen pada hari itu dapat terangkut ke pabrik, sehingga buah sawit tidak terjadi stagnasi dilapangan.

Tandan Buah Segar yang telah disusun di TPH dicatat oleh mandor yang kemudian oleh  kerani panen dicatat  kembali tandan yang memenuhi kriteria untuk dinaikkan ke truck angkutan. Kendaraan/truck angkut TBS tidak dibenarkan menunggu kerani panen, tetapi kerani panen yang harus menunggu kendaraan tersebut.

Transport/kendaraan angkutan TBS merupakan mata rantai dari 3 aktifitas terpenting dan saling mempengaruhi yaitu Panen, Angkut dan Olah (PAO). Pelaksanaan panen, angkut dan olah  harus diupayakan pada hari itu berjalan lancar. Hal ini merupakan sasaran kelancaran transport fruit fresh bunch (FFB) yaitu:

  1. Menjaga agar ALB (Asam Lemak Bebas) produksi harian 2-3%
  2. Kapasitas atau kelancaran pengolahan di pabrik
  3. Keamanan TBS di lapangan
  4. Cost (Rp/Kg TBS) transport yang minimal

TBS yang telah dicatat  dinaikkan ke truck  untuk diangkut ke Pabrik dengan membawa Surat Pengantar Hasil (SPH)  oleh kerani panen. Kerani panen ikut serta bersama kendaraan angkutan TBS tersebut  untuk memastikan bahwa TBS sampai ke pabrik.